Posted by: Jurusan Manajemen | November 2, 2009

Rame-rame raih WCU

DENPASAR | SURYA Online – Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof Dr I Made Bakta mengatakan, telah mempersiapkan perguruan tinggi yang dipimpinnya menjadi universitas kelas dunia (world class university/WCU) seperti yang dicanangkan Menteri Pendidikan Nasional di Jakarta baru-baru ini. “Banyak yang harus dipersiapkan Unud dalam menyongsong status menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dunia. Salah satunya, menjalin kerja sama dengan universitas di sejumlah negara lain,” kata Rektor Unud Prof Bakta kepada pers di Denpasar, Senin (5/10).

Menurut Bakta, pada sistem penjamin mutu tahun 2009, Unud mampu meraih peringkat ke-6 dari sekitar 2.800 perguruan tinggi di Indonesia. Dengan berbekal prestasi tersebut, semua komponen Unud diharapkan mampu bergerak maju dan dapat mewujudkan WCU dengan sukses.“Sebelumnya, berdasarkan survei bidang kepemimpinan dan manajemen yang dilakukan majalah kampus tahun 2008, universitas negeri di Pulau Dewata ini berhasil menduduki peringkat ke-11 dari 2.800 perguruan tinggi Indonesia,” katanya menjelaskan.

Bakta mengatakan, “world class university” harus dicapai dengan perjuangan dan kerja keras oleh semua elemen yang ada di Unud. Ia menyebutkan, dengan ditetapkannya sasaran menuju perguruan tinggi kelas dunia, diharapkan mampu memberikan suatu petunjuk arah serta menumbuhkan inspirasi dan motivasi kepada seluruh keluarga besar Universitas Udayana dalam upaya mencapai sasaran yang diinginkan.

“Untuk merealisir tujuan ini, harus disusun arah pengembangan yang jelas untuk dilaksanakan secara bertahap,” kata Bakta. Persiapan untuk menuju universitas berkelas dunia, lanjutnya,  mulai 2008 pihak Unud sudah memberangkatkan lebih dari puluhan orang mahasiswa strata dua untuk belajar di Jepang, Jerman dan Italia.

“Selain mahasiswa, sekitar 33 dosen juga telah diberangkatkan untuk mengambil S-3 di luar negeri dengan beasiswa dari pendidikan tinggi (dikti),” ucap Bakta. Negara tujuan dari dosen sebanyak itu adalah Belanda, Jepang, Australia, Jerman, Korea, Inggris dan Jerman. Namun mayoritas tercatat belajar di Australia dan Inggris, terangnya. ant

Arsip Universitas, Elemen Penting Menjadi Universitas Kelas Dunia

[Unpad.ac.id, 4/08] Salah satu instrumen yang terlupakan untuk menuju World Class University adalah university heritage. Ada tiga elemen penting dalam university heritage ini, yaitu, perpustakaan, arsip universitas dan museum.  Salah satu elemen, yaitu arsip universitas, nampaknya masih kurang diperhatikan. Padahal dengan adanya pengelolaan arsip universitas yang baik, dapat menyelamatkan arsip penting yang berkaitan dengan status intelektualitas serta pengembangan potensi universitas tersebut.

Para narasumber dalam Diskusi Publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Kearsipan di Lingkungan Universitas (Foto: Tedi Yusup)Para narasumber dalam Diskusi Publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Kearsipan di Lingkungan Universitas (Foto: Tedi Yusup)

 

Hal ini mencuat dalam acara Diskusi Publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Kearsipan di Lingkungan Universitas yang diselenggarakan oleh FISIP Unpad bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Acara ini berlangsung di Bale Rumawat Padjadjaran Unpad Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (4/08). Hadir pada kesempatan tersebut Deputi Bidang Konservasi Arsip ANRI Drs. Tulkah Mansyur MSi., berbagai perwakilan dari berbagai instansi pemerintah, akademisi dan mahasiswa.

Acara yang dibuka oleh Dekan FISIP Unpad, Prof. Dr. Drs. H. Asep Kartiwa, SH., MS., ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Dosen FISIP Unpad, Dr. H. Nandang Alamsah Delianoor SH., M. Hum., Kepala pusat Pengkajian dan Pengembangan Sistem Kearsipan Drs. Mustari Irawan MPA., dan Kepala Arsip Universitas Gajah Mada (UGM), Drs. Machmoed Effendhie M.Hum. Dr. H. Nandang Alamsah Delianoor SH., M. Hum., menjelaskan bahwa dirinya sangat mengapresiasi peran arsip universitas dalam RUU tentang Kearsipan ini. Menurutnya, universitas memiliki peran yang sangat penting berkaitan dengan kearsipan ini. Antara lain, mengelola arsip universitas, khususnya yang berkaitan dengan karya intelektal, menyiapkan sumber daya manusia di bidang kearsipan, membuat kebijakan yang berkaitan dengan arsip dan mendukung dengan sarana dan prasarananya.

Menurut Drs. Mustari Irawan MPA., yang juga anggota Tim RUU Kearsipan, universitas sebagai sebuah institusi dituntut untuk menjalankan penyelenggaraan kearsipan sebagai penerapan prinsip Good and Clean Government yang transparan dan akuntabel. Penyusunan RUU ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan arsip yang belum terwujud dengan baik di lembaga negara dan pemerintahan. “Pengelolaan arsip ini perlu diatur dalam undang-undang agar dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera, penyelamatan kedaulatan negara dan perlindungan hak asasi dan hak keperdataan masyarakat. RUU ini memberi ruang gerak yang lebih luas bagi masyarakat untuk lebih berperan dalam pengelolaan arsip,” jelas Mustari.

Menurut Drs. Machmoed Effendhie M.Hum., pembentukan arsip universitas ini bertujuan untuk membantu institusi perguruan tinggi dalam mempertahankan dan menumbuh kembangkan misi edukasi yang dilandasi oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi. Arsip universitas berfungsi mengelola dan menyelamatkan arsip yang berkaitan dengan pendidikan  dan pengajaran, penelitian dan pengabdian. “UGM sendiri telah mempunyai Arsip Universitas yang banyak menghimpun arsip-arsip yang berkaitan dengan universitas dari berbagai jenis, antara lain official archives, personal paper, reference collection, academic archives, publication archives dan lain-lain,” jelas Machmoed. (eh)*

Psikologi Bikin Universitas Jadi Kelas Dunia

By Republika Newsroom

JAKARTA–Apa saja yang membuat universitas menjadi kelas dunia? Ternyata bukan sebatas fasilitas infrastruktur dan kurikulum yang kelas wahid. Psikologi juga dibutuhkan dalam menjadikan suatu perguruan tinggi bertengger di kelas dunia.  Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Peran Psikologi dalam Mengembangkan Universitas Kelas Dunia”, pada Rabu (28/10) di Balai Sidang UI Kampus Depok, Guru Besar UI, Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.si, menyebutkan psikologi memiliki peran yang penting dalam membantu perguruan tinggi.

Untuk itu, ujar Ali, konsep psikologi Perguruan Tinggi perlu diperkenalkan karena menerapkan psikologi kognitif, psikologi belajar, psikometri dan psikologi industri dan organisasi dalam pengelolaan sumber daya manusia dan tingkah laku keorganisasian dalam perguruan tinggi. “Perguruan Tinggi perlu mengenali berbagai keunggulan yang dimilikinya,”tutur Ali dalam siaran persnya. Selain itu, ungkap Ali, Universitas perlu menyusun rencana strategis sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi khas Indonesia. Seorang pimpinan perguruan tinggi harus memiliki komitmen tinggi terhadap perguruan tinggi, kualitas kepemimpinan global, dan ketrampilan manajerial yang baik.

Selain itu, ungkap Ali, perguruan tinggi harus melakukan seleksi calon dosen dengan metoda tepat. Agar dapat memenuhi kriteria dosen kelas dunia, yaitu memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, tingkat trait keperibadian kebaikan hati, terbuka pada pengalaman dan kesadaran diri yang tinggi serta keinginan dan semangat untuk melakukan penelitian. c01/taq


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: